Kisah si Penjaja Koran

Kisah si Penjaja Koran

Pagi itu seorang penjaja koran sedang berteduh di sebuah emperan toko. Hujan turun cukup deras, membuatnya tidak bisa menjajakan korannya. Terbayang di benakku, bagaimana dapat uang kalau hari terus hujan. Namun, kegalauan yang kurasakan ternyata tidak tampak sedikitpun di wajahnya.

Hujan masih terus saja turun, si penjaja koran pun masih tetap duduk sambil tangannya memegang sesuatu, tampaknya seperti sebuah buku.

Kuperhatikan dari kejauhan, lembar demi lembar ia baca. Awalnya aku tidak tahu apa yang sedang ia baca, namun saat kudekati, ternyata ada sebuah Kitab Suci di tangannya.

Terjadilah dialog seperti ini :
“Bagaimana jualan korannya Mas ”.
“ Lumayan sudah laku selembar ” jawabnya. “Wah susah juga ya jualan kalau hujan begini” tanyaku.
“ Tidak juga “. “ Terus, kalau hujannya sampai sore ? ”
“Itu artinya BERKAT saya bukan jualan koran, tapi banyak BERDOA”.
“ Kenapa ?” tanyaku heran.
“ Kitab Suci saya mengatakan : Mengucap SYUKURLAH dalam segala hal , sebab itulah yang dikehendaki Allah “.

“Lantas , kalau tidak dapat uang ?”.
“ Berarti berkat saya BERSABAR” jawabnya. “Kalau tidak bisa beli nasi untuk makan” tanyaku penasaran. “Berarti Tuhan menyuruh saya BERPUASA” jawabnya mantap.
“Kenapa Mas bisa berpikir seperti itu ? ” tanyaku lagi.

“Tuhan itu Sumber Segala Berkat. Apa saja berkat yang diberikan Tuhan, saya syukuri.
Selama saya jualan koran, meskipun tidak laku, saya tidak pernah kelaparan. Pernah suatu hari, koran saya tidak selembarpun terjual. Saya pun tidak punya uang untuk makan. Saya puasa, tetapi puji Tuhan, mendekati sore ada tetangga yang bawakan makanan. Saya makan secukupnya saja, biar ada tenaga.”

Hujan reda, si penjaja koran bersiap-siap untuk berjualan.
Aku termenung, ada penyesalan di dalam hatiku.
Kenapa kalau hujan aku masih gelisah, kuatir tidak dapat uang,
kuatir rumah kebanjiran, kuatir tidak bisa bertemu teman-teman.

Kini kusadari bahwa BERKAT itu bukan Uang semata,

bisa BERSABAR,
bisa BERPUASA,
bisa BERDOA,
bisa BERIBADAH…
adalah BERKAT TUHAN juga.
Bisa BERSYUKUR adalah jauh lebih bermakna daripada UANG !!!

Betapa sulitnya pelajaran dari si penjaja koran..!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.